Langsung ke konten utama

Postingan

Greedy

Berulang waktu terbuang Pola rindu yang begitu begitu saja Bosan hadir ketika terlalu banyak yang datang Kalo kata hati sih lebih baik diam.. daripada kehilangan semuanya dengan percuma Oke, katakanlah dia orang yang sebenar-benarnya sempurna Dan seperti biasanya, aku akan membawanya ke jaring rinduku Lalu dia akan mati kehausan dan penasaran Dan setelah itu, entah siapa yang akan aku tuju. Sekali lagi, rasa percaya diri ini membuat senang bukan kepalang Ingin rasanya aku nikmati semuanya yang aku mau Tapi ini perkara hati, harus hati2 Jika aku ingin, pastikan dulu itu boleh Cukuplah kuminta ya Tuhan.. Jadikan bahagiaku, bahagia mereka juga. Ya. Aku inginkannya juga.

Masih ada

Kamu selalu saja menjadi pemeran utama di alam bawah sadarku. Mengisi penuh mimpi panjangku. Selalu menebar benih rindu yang tak pernah kamu tuai setelahnya. Kamu, masih saja seperti hantu di hati dan kepalaku

Terus

Aku akan mencintaimu. Dalam setiap sujudku. Dalam setiap doaku. Aku akan mencintaimu. Ntah sampai kapan hari berlalu. Bagiku, bahagiamu adalah tujuanku. Aku akan mencintaimu. Meski sulit. Tak ada yang bisa membuat cintaku berhenti. Aku mencintaimu. Dan Aku akan terus mencintaimu.

Camouflage

Kamu pernah melihat senyum yang seperti menahan rasa sakit? Menangis tapi malah tertawa. Tersenyum kemudian melihat keinginan terbesar yang tak mungkin di dapatkan dalam pejaman mata. Ya, kamu jangan cepat terenyuh dengan tangisan. Jangan jumawa dengan senyuman. Jangan bahagia karna tawa kekasihmu. Pastikan semuanya menyangkut kamu. Tertawa, tersenyum tulus karna rasa yang kamu hadirkan, bukan menahan pedih dan beban jutaan ton rindu yang menusuk setiap nafas. Semoga kekaaihmu tersenyum dalam bahagia, bukan tertawa karena sekarat putus asa.

14045/24 hours/7 days

Duniaku berkarat. Tapi tidak lagi sekarat. Hidup dari rindu pilu masa lalu. Kuat karna sepi dan benci. lukisan-lukisan samar masih terlihat dalam ruang hati. Dengan senyum kesukaan yang hangat. Ah.. kini hanya bisa aku temui dengan sang malam. Akan ku peluk rasa sakit erat-erat agar tak lari lagi. Diamin aku sampai dunia mati. Aku tunggu wahai sang cahaya mentari. Tapi tidak disini, di dunia yang aku bebas berteriak memaki. Dunia setelah ini, nanti, pasti.

Pelupa

kalo seorang pelupa ulung tidak bisa melupakan sesuatu yang ingin sekali ia lupakan. Apakah dia sudah tidak lagi menjadi pelupa ulung? Kadang si pelupa itu lupa, dia sudah tidak bisa lupa untuk hal itu, melupakan sesuatu yang ingin ia lupakan. Dia lupa kalo tidak akan pernah bisa lupa untuk hal itu.

Kapalku

aku hilang lagi. Dia yang selalu datang ketika ombak datar, kini kembali hilang meski tiada badai. Apa mungkin kapalku salah tujuan? Aku telah putar arah berbalik menjau dari pulau yang dulu aku tuju sedari dulu, pulau itu menolak kehadiran kapal yang usang karna benturan karang. Mereka tidak tau berapa kokohnya kapalku dulu dan kapalku adalah kapal terbaik yang bisa berlabuh di pulau itu. Tapi kapalku tidak bisa bertahan lama terombang ambing dilautan tak bernama. Kapalku butuh dermaga pulau terakhir untuk bersandar dan pulang. Aku butuh daratan yang menerimaku tanpa tau masalaluku, aku akan mencari daratan baru!. Tak butuh waktu lama agar kapalku diterima oleh pulau yang lain, aku memilih pulau yang belum pernah aku lihat, masih asing, tapi harapanku besar dipulau itu. Aku harus bahagia di pulau itu! Ketika aku mulai mengumpulkan niatku untuk menghancurkan kapalku, aku niatkan untuk Selamanya berada dipulau ini. Tapi, setiap kali aku hempaskan kapak, bau harum pulau yang dulu...