Langsung ke konten utama

Postingan

Pelupa

kalo seorang pelupa ulung tidak bisa melupakan sesuatu yang ingin sekali ia lupakan. Apakah dia sudah tidak lagi menjadi pelupa ulung? Kadang si pelupa itu lupa, dia sudah tidak bisa lupa untuk hal itu, melupakan sesuatu yang ingin ia lupakan. Dia lupa kalo tidak akan pernah bisa lupa untuk hal itu.

Kapalku

aku hilang lagi. Dia yang selalu datang ketika ombak datar, kini kembali hilang meski tiada badai. Apa mungkin kapalku salah tujuan? Aku telah putar arah berbalik menjau dari pulau yang dulu aku tuju sedari dulu, pulau itu menolak kehadiran kapal yang usang karna benturan karang. Mereka tidak tau berapa kokohnya kapalku dulu dan kapalku adalah kapal terbaik yang bisa berlabuh di pulau itu. Tapi kapalku tidak bisa bertahan lama terombang ambing dilautan tak bernama. Kapalku butuh dermaga pulau terakhir untuk bersandar dan pulang. Aku butuh daratan yang menerimaku tanpa tau masalaluku, aku akan mencari daratan baru!. Tak butuh waktu lama agar kapalku diterima oleh pulau yang lain, aku memilih pulau yang belum pernah aku lihat, masih asing, tapi harapanku besar dipulau itu. Aku harus bahagia di pulau itu! Ketika aku mulai mengumpulkan niatku untuk menghancurkan kapalku, aku niatkan untuk Selamanya berada dipulau ini. Tapi, setiap kali aku hempaskan kapak, bau harum pulau yang dulu...

Semoga Bahagia

Dari dulu selalu membayangkan, ketika gw menikah nanti, gw hanya memakai kebaya putih/gaun putih sederhana tanpa make up yang tebal. kalo bisa gw mau make up sendiri aja, dengan tamu undangan yang hanya beberapa yang penting mereka adalah orang-orang terdekat dan gw sayang sama mereka, dengan acara santai tanpa adanya rundown acara, dengan obrolan ringan dan candaan tanpa basa-basi, dengan kelimpahan doa tulus dari teman-teman tersayang. Tapi, gw takut nantinya kalo gw menikah, pihak keluarga cowo yang menentukan konsep pernikahan yang jauh banget dari impian gw. Pesta yang besar dengan ribuan tamu yang bahkan gw gak kenal dan peduli ama mereka, dandanan yang tebal banget sampe gw rasanya kehilangan jati diri gw, acara yang berjam-jam dengan tuntutan senyum yang gak boleh lepas selama acara, apalagi kalo musti pake henna di tangan. Ya Allah, sumpah gw gak pengen kaya gitu. Gw mau ketika acara pernikahan yang ya gw nya juga harus bahagia. bukan malah tertekan. sekarang aja tertekan, ...

to the point

Tuhan, aku mau to the point aja. Aku begitu menginginkannya, tetapi ragu Aku begitu merindukannya, tetapi sendu Aku yakin, tiada mata yang lebih lembut dari nya Aku yakin, tiada senyum yang lebih tulus dari nya Lagi, aku hanya ingin bahagia. Bahagia bersama dia yang paling dapat membuatku bahagia. Tuhan, tolonglah

AKK, Akar

Aku benci ingatan panjang, mereka amat sukar untuk pergi. Jadi, jangan salahkan aku yang terkadang teringat potongan cerita dari masa dahulu. Seorang lain pernah berkata; kamu tidak akan pernah mendapatkan apa yang kamu inginkan seutuhnya kecuali masalalu. Entahlah, aku memang sukar mengingat, tapi juga amat sukar melupakan. Bahkan ternyata aku baru mengetahui sisi diriku yang baru; melankonis dan susah mive on. Ternyata si pelupa mempunyai ruangan hati yang lebih besar daripada ruang di kepalanya. Berkali kali aku coba mengenyangkan diri dengan kemapanan yang kini ada, namun entah ada sesuatu yang selalu saja mengganggu. Membuatku hilang akal dan kadang merenggut seperkian menit dalam hidupku untuk memikirkan sesuatu yang tidak perlu. Banyak sekali muatan masa lalu. Entah itu harapan2an yang saat ini tidak mungkin di perjuangkan, mimpi2 akan diri di masa lalu, keinginan dari keegoisan hati, kenangan yang berkarat, pikiran2 liar yang mulai terkikis dengan keadaan sekarang. Juju...