Langsung ke konten utama

Semoga Bahagia

Dari dulu selalu membayangkan, ketika gw menikah nanti, gw hanya memakai kebaya putih/gaun putih sederhana tanpa make up yang tebal. kalo bisa gw mau make up sendiri aja, dengan tamu undangan yang hanya beberapa yang penting mereka adalah orang-orang terdekat dan gw sayang sama mereka, dengan acara santai tanpa adanya rundown acara, dengan obrolan ringan dan candaan tanpa basa-basi, dengan kelimpahan doa tulus dari teman-teman tersayang. Tapi, gw takut nantinya kalo gw menikah, pihak keluarga cowo yang menentukan konsep pernikahan yang jauh banget dari impian gw. Pesta yang besar dengan ribuan tamu yang bahkan gw gak kenal dan peduli ama mereka, dandanan yang tebal banget sampe gw rasanya kehilangan jati diri gw, acara yang berjam-jam dengan tuntutan senyum yang gak boleh lepas selama acara, apalagi kalo musti pake henna di tangan. Ya Allah, sumpah gw gak pengen kaya gitu. Gw mau ketika acara pernikahan yang ya gw nya juga harus bahagia. bukan malah tertekan. sekarang aja tertekan, apalagi pas ngejalaninnya. pengen nangis rasanya. apalagi kalo dipaksa pake jilbab. huff.. rasanya pengen teriak aja. Pilihan pakai atau tidak, itu tergantung gw. bukan orang lain, bahkan bukan datang dari calon gw nantinya. tapi dari gw! cuma dari gw. gw gak mau pake jilbab tapi masih ngiri sama orang-orang yang masih bisa ngegerai rambutnya, pake baju lengan pendek, pake celana pendek. gw pengen yang iklas jalaninnya. stress banget kalo di pikirin. katanya menuju bahagia, tapi kalo hal-hal yang tidak gw inginkan menjelang, apakah gw musti bahagia. gw masih pengen bebas, bebas dan jadi diri gw sendiri. selama gw gak merugikan orang lain, gak masalah dong?!. T_T

Komentar

Postingan populer dari blog ini

radio untuk bapak

walau saya tidak punya banyak kenangan indah tentang kita entah kenapa, saya anggap itu tidak begitu penting.. yang penting sekarang adalah bagaimana saya membuat kesan yang indah antara kita untuk saat ini maap, saya tidak punya begitu ganyak waktu untuk kita bersama.. rasanya, untuk berpelukan saja saya belum siap, masih merasa enggan.. tapi saya yakin, akan ada waktu untuk kita merasa sangat dekat.. saya tau, kesepian anda.. saya tau, bagaimana menderitanya anda.. hanya sebatas tau, belum merasakan.. ingin sekali saya warnai hari-hari anda.. memberi suara-suara pengusir sepi mungkin hanya sebuah radio.. tapi semoga bisa menemani hari dan mengusir sepi.. hanya sebatas itu untuk sekarang..

17 feb 2017

Ijinkan aku untuk berpuisi, sekedar membuat barisan kata kata perwakilan isi hati. Ijinkan aku sendiri, sejenak saja tanpa tatapan buruan khas-mu yang selalu berhasil memangsaku. Ijinkan aku untuk menangis terisak isaknya, bersedih sesedih sedihnya lalu aku akan tertawa kembali karna ceriamu. Ijinkan aku bercerita tentang aku dan duniaku yang mungkin membosankan bagimu. Ijinkan aku sekedar menyapa teman lamaku, atau sekedar membalas sapaannya dan membagi kebahagiaan dengan mereka. Ijinkan aku menjadi diriku sendiri, yang selalu tampak ceria namun senang menyendiri, berkata kasar namun tidak berhati dengki 17 feb 2017

aku masih abu

Sore ini turun hujan. sudah sekian lama hujan tidak turun belakangan waktu ini. hujan, berarti dengan terpaksa aku harus memesan gocar/grabcar menuju rumah dari stasiun rawabuntu. driver sore ini menyetel lagu Audy. cukup langka dalam ukuran selera, seorang laki2 dengan umur diatas 50tahun (kelihatannya) menyetel lagu2 Audy dan berdendang dalam denguman pelan, tapi tetap bisa aku dengar. sore dengan hujan adalah perpaduan sempurna dalam menciptakam macet yang berkepanjangan. dalam macet dan hujan, si bapak driver mengendarai mobilnya dengan sedikit kesal. "tskk, macet banget" gumamnya entah berguman sendiri atau menunggu respon yang sama padaku yang duduk canggung dibelakangnya sambil melihat kearah jendela samping. disela2 suara air yang jatuh di kap mobil, entah kenapa sore ini begitu terasa lambat. isi kepala bagaikan bisokop yang memutar potongan2 film usang. entah apa tujuannya semua itu. hanya membuat aku mengingat hal2 yang sebagian ingin aku lupakan dan kucoba kubur...