Langsung ke konten utama

Postingan

KERJAAAA

huawaaayyyyyy.. sekarang gw udah kerja lhoo... kerja jadi asisten tim ahli kementrian kelautan dan perikanan . kerjanya?? bantuin si bos, ke sini ke situ buat analisis wilayah dan sebagaiinya.. belum seminggu gw kerja tapi kerjaan gw udah segambreng alibaba banyak beneerrr .. semangat ah, ini demi masa depan cermerlang di ujung sana. demi 'cara' mengambil hati calon mertua dan demi keluarga gw tercinta. orang-orang kantor enak banget, semuanya pada terbuka dengan orang baru yang sangat bego dan sangat awam dengan bidang ini, semuanya mau ngajarin gw dan smuanya pada doyan makan. hahaha bos gw juga baik (selama yang gw kenal) dan semoga buat besok-besoknya juga bakalan tetep baik kaya gini. aminnn sekarang gw lagi kerja padahal, tapi bete karena kerjaan gw belum ke save karna laptop error dan gw musti ngulang dari awal. dari awal.. tepatnya dari 4 jam yang lalu. tapi gw males, cok . gw ngeblogg dulu ajah dah yaaahh.. hahahaha semoga cepet gajian dan gw dapet bonusnya gede. ami...

bukan(main)

perbincangan dengan seorang teman di bus sore tadi masih mengganjal pikiran saya. kita memperbincangkan cinta. antara lebih memilih mencintai atau dicintai. idealnya memang ketika perasaan saling, yaitu saling mencinta, mencintai orang yang mencintainya, di cintai orang yang dicintai. tapi... ternyata tidak seperti itu cerita saya. menurut saya mencintai itu 'enaknya' dengan orang yang bukan pasangan kita (diluar idelanya), nah untuk pasangan kita, sepertinya lebih 'enak' dengan orang yang mencintai kita atau yang lebih mencintai kita dibandingkan siapapun atau bahkan kecintaan kita terhadap orang lain dan diri kita sendiri (tentunya, secara pasti besar kecil kadarnya tidak bisa di ukur dengan jelas, yang pasti ada suatu perasaan yang akan mengatakan "orang ini" atau " orang itu" atau "bukan yang ini" atau "bukan yang itu" dan yang lainnya) mencintai dan dicintai. suami saya nanti tentunya harus orang yang benar2 mencintai saya. s...

pengeran.. aku bukan cinderella mu

selalu saja ada diam sehabis kita berbincang lebih dalam.. ketika diam, tembok itu semakin tinggi menjulang lagi, aku yang akan selalu berusaha memanjat dan berkorban sedangkan kau, hanya duduk diam, memunggungi aku yang sekarat keyakinan ah, kau selalu bilang "aku akan menjadi pemimpin dan kau hanya perlu mengiyakan aku" dan aku selalu berteriak "tidak ada kepala dan ekor untuk mesa depan kita nantinya" dan kita sama-sama mendesah "terserah lah..." kita terdiam bukan aku namanya jika aku selalu mengiyakanmu selalu di belakangmu selalu tersenyum manis dan patuh.. aku selalu ingin sesuatu yang sedikit tragis manis dan agak pahit. sesuatu yang sedikit sulit. ini bukan cerita dongeng, sayang.. kau mungkin pangeran, tapi aku bukan cinderella maaf, jika aku salah peran. tapi, semoga aku masih bisa bertahan

bukan Sang Maha Mengetahui

melankolia kita tidak akan pernah tau. tentang rasa masing-masing tentang cinta yang terpendam dan terkubur tentang rindu yang selalu bersembunyi dibalik senyuman tentang kasih yang sangat takut mengeluarkan sayapnya untuk hinggap tentang kita yang dihilangkan dan dimusnahkan kamu tidak pernah tau. tentang aku yang selalu merindu tentang aku yang selalu mundur ke masa lalu tentang aku yang selalu bisu untuk memanggil namamu tentang aku yang enggan pulang pada kita aku tidak pernah tau. tentang kamu yang selalu bersembunyi tentang kamu yang telah mencari tentang suara ketidak sadaranmu memanggil namaku tentang rasa yang pernah ada dulu aku tau bahwa aku tidak lebih sedikit atau banyak mengetahui tentang kita kamu tau bahwa kamu berusaha berlari dan menyimpan jauh-jauh tentang kita kita tau bahwa aku dan kamu saat ini mungkin telah terpisah jauh, meski ternyata kita bersatu dalam rasa yang tidak pernah dapat hadir untuk kita.

ketika keraguan itu selalu muncul

kelemahan terbesar dalam hidup gw adalah memilih, walaupun banyak banget orang yang berkoar-koar bahwa "hidup itu pilihan" entah mereka bisa melakukannya. yang jelas bagi gw, memilih pilihan merupakan sesuatu yang sangat amat sulit sekali, kenapa itu begitu sulit? sebenarnya kesulitan itu terletak pada konsekuensi yang ditanggung, atau kejadian yang akan berlangsung setelah menentukan pilihan. gw paling ga suka kalo memilih antara dua pilihan, itu sangat teramat maha sulit, kenapa? karena ketika ternyata gw tidak cukup puas dengan apa yang udah gw pilih, gw pasti akan membandingkan pilihan yang gw pilih dengan pilihan yang ga gw pilih, yang pada akhirnya akan membuahkan suatu penyesalah yang teramat sangaaattttt, ini dikarnakan kemmungkinan gw buat bisa lebih bahagia 50:50 persen. beda lagi ketika gw harus memilih 1 dari tiga atu lebih pilihan yang ada, ketika ternyata pilihan yang gw ambil tidak sesuai dengan perkiraan, rasa penyesalah yang hadir tidak sebedar dua pilihan di...

ditinggal atau menyusul ke Malaysia

dalam suatu hubungan, gw termasuk orang yang sangat ketergantungan dengan kedekatan fisik, intensitas pertemuan, sentuhan, belaian, ciuman dll, itu seolah menjadi syarat dalam hubungan gw, karna gw cenderung orang yang mudah 'lari' mencari yang lain ketika semua itu tidak terpenuhi secara baik (singkatnya gw tuh orang yang gampang banget tergoda, rentan selingkuh --a) sudah 3 tahun setengah gw menjalin hubungan dengan dia, kami serius dan mulai merencanakan masa depan bersama, keluarga juga udah pada setuju and ngedukung.. keluarga gw, keluarga yang sederhana, minim ambisi, tujuan keluarga gw sederhana banget>> bebas utang, hidup senang, bahagia, dan masuk surga. ga ada ambisi musti jadi orang kaya raya, semuanya hanya menginginkan ke'cukup'an, cukup kenyang, cukup tidur.. sedangkan dia, merupakan keluarga yang.. hmm.. "menengah ke atas", kehidupan mereka lebih dari cukup. keluarga yang komplit, nyaman, harmonis, dermawan dan terpandang. bapaknya dokter,...