Langsung ke konten utama

Postingan

pengeran.. aku bukan cinderella mu

selalu saja ada diam sehabis kita berbincang lebih dalam.. ketika diam, tembok itu semakin tinggi menjulang lagi, aku yang akan selalu berusaha memanjat dan berkorban sedangkan kau, hanya duduk diam, memunggungi aku yang sekarat keyakinan ah, kau selalu bilang "aku akan menjadi pemimpin dan kau hanya perlu mengiyakan aku" dan aku selalu berteriak "tidak ada kepala dan ekor untuk mesa depan kita nantinya" dan kita sama-sama mendesah "terserah lah..." kita terdiam bukan aku namanya jika aku selalu mengiyakanmu selalu di belakangmu selalu tersenyum manis dan patuh.. aku selalu ingin sesuatu yang sedikit tragis manis dan agak pahit. sesuatu yang sedikit sulit. ini bukan cerita dongeng, sayang.. kau mungkin pangeran, tapi aku bukan cinderella maaf, jika aku salah peran. tapi, semoga aku masih bisa bertahan

bukan Sang Maha Mengetahui

melankolia kita tidak akan pernah tau. tentang rasa masing-masing tentang cinta yang terpendam dan terkubur tentang rindu yang selalu bersembunyi dibalik senyuman tentang kasih yang sangat takut mengeluarkan sayapnya untuk hinggap tentang kita yang dihilangkan dan dimusnahkan kamu tidak pernah tau. tentang aku yang selalu merindu tentang aku yang selalu mundur ke masa lalu tentang aku yang selalu bisu untuk memanggil namamu tentang aku yang enggan pulang pada kita aku tidak pernah tau. tentang kamu yang selalu bersembunyi tentang kamu yang telah mencari tentang suara ketidak sadaranmu memanggil namaku tentang rasa yang pernah ada dulu aku tau bahwa aku tidak lebih sedikit atau banyak mengetahui tentang kita kamu tau bahwa kamu berusaha berlari dan menyimpan jauh-jauh tentang kita kita tau bahwa aku dan kamu saat ini mungkin telah terpisah jauh, meski ternyata kita bersatu dalam rasa yang tidak pernah dapat hadir untuk kita.

ketika keraguan itu selalu muncul

kelemahan terbesar dalam hidup gw adalah memilih, walaupun banyak banget orang yang berkoar-koar bahwa "hidup itu pilihan" entah mereka bisa melakukannya. yang jelas bagi gw, memilih pilihan merupakan sesuatu yang sangat amat sulit sekali, kenapa itu begitu sulit? sebenarnya kesulitan itu terletak pada konsekuensi yang ditanggung, atau kejadian yang akan berlangsung setelah menentukan pilihan. gw paling ga suka kalo memilih antara dua pilihan, itu sangat teramat maha sulit, kenapa? karena ketika ternyata gw tidak cukup puas dengan apa yang udah gw pilih, gw pasti akan membandingkan pilihan yang gw pilih dengan pilihan yang ga gw pilih, yang pada akhirnya akan membuahkan suatu penyesalah yang teramat sangaaattttt, ini dikarnakan kemmungkinan gw buat bisa lebih bahagia 50:50 persen. beda lagi ketika gw harus memilih 1 dari tiga atu lebih pilihan yang ada, ketika ternyata pilihan yang gw ambil tidak sesuai dengan perkiraan, rasa penyesalah yang hadir tidak sebedar dua pilihan di...

ditinggal atau menyusul ke Malaysia

dalam suatu hubungan, gw termasuk orang yang sangat ketergantungan dengan kedekatan fisik, intensitas pertemuan, sentuhan, belaian, ciuman dll, itu seolah menjadi syarat dalam hubungan gw, karna gw cenderung orang yang mudah 'lari' mencari yang lain ketika semua itu tidak terpenuhi secara baik (singkatnya gw tuh orang yang gampang banget tergoda, rentan selingkuh --a) sudah 3 tahun setengah gw menjalin hubungan dengan dia, kami serius dan mulai merencanakan masa depan bersama, keluarga juga udah pada setuju and ngedukung.. keluarga gw, keluarga yang sederhana, minim ambisi, tujuan keluarga gw sederhana banget>> bebas utang, hidup senang, bahagia, dan masuk surga. ga ada ambisi musti jadi orang kaya raya, semuanya hanya menginginkan ke'cukup'an, cukup kenyang, cukup tidur.. sedangkan dia, merupakan keluarga yang.. hmm.. "menengah ke atas", kehidupan mereka lebih dari cukup. keluarga yang komplit, nyaman, harmonis, dermawan dan terpandang. bapaknya dokter,...

terimakasih sayang..

dia selalu ada,ketika (hampir) ku lupa akan dia.. dia selalu setia ketika (mungkin) ku mendua.. dia selalu menanti ketika (selalu) ku berusaha berlari.. dan dia selalu membuat aku tersenyum ketika aku (telah) jatuh.. dia. selalu dia yang memberikan cahaya hangat di tengah kegelapan. dia. selalu dia yang memberikan kerinduan di setiap raga melangkah. dia. selalu dia yang memberikan aku, kekuatan dari jatuhnya aku oleh masa laluku. dan dia. selalu dia yang memberikan aku alasan kenapa aku harus bangun dari tidurku, esok.. di air wajahnya, kulihat kesungguhan tiada tara. di garis senyumnya, kulihat kelembutan bak mutiara. di setiap langkah kakinya, kulihat perlindungan perkasa. di setiap tutur katanya, kulihat langit senja yang bernyanyi ceria. terimakasih untuk selalu membuatku tertawa. terimakasih untuk penghapus duka. terimakasih untuk selalu ada. terimakasih untuk tetap setia. terimakasih. sayang :D

terimakasih untuk dia

dia selalu ada,ketika (hampir) ku lupa akan dia.. dia selalu setia ketika (mungkin) ku mendua.. dia selalu menanti ketika (selalu) ku berusaha berlari.. dan dia selalu membuat aku tersenyum ketika aku (telah) jatuh.. dia. selalu dia yang memberikan cahaya hangat di tengah kegelapan. dia. selalu dia yang memberikan kerinduan di setiap raga melangkah. dia. selalu dia yang memberikan aku, kekuatan dari jatuhnya aku oleh masa laluku. dan dia. selalu dia yang memberikan aku alasan kenapa aku harus bangun dari tidurku, esok.. di air wajahnya, kulihat sesungguhan tiada tara. di garis senyumnya, kulihat kelembutan bak mutiara. di setiap langkah kakinya, kulihat perlindungan perkasa. di setiap tutur katanya, kulihat langit senja yang bernyanyi ceria. terimakasih untuk selalu membuatku tertawa. terimakasih untuk penghapus duka. terimakasih untuk selalu ada. terimakasih untuk tetap setia. terimakasih. sayang :D

terlambat dan mati

terlambat. adalah hal yang paling saya benci di dunia ini. membuat diri merasa kalah dan payah. hh.. saya memang kalah. kalah dari kejujuran, keterbukaan, kalah dari semua. hasrat ini di belenggu, jarang sekali menemukan kejujuran didalamnya. hasrat ini di suntik mati, telah tertutup, terlambat untuk dinikmati. sebenarnya sederhana saja. saya hanya ingin berteriak sekeras-kerasnya. agar semua tahu. saya masih punya kehendak untuk membuat gaduh dan resah. saya masih punya hati. sekali lagi. ini sudah terlambat. hati ini terlambat untuk bernafas. busuk. ya, hampir busuk. saya butuh donor. mungkin donor hati dari sang pangeran berkuda ceria mau mendonorkan satu dari tiga hati yang dia punya. ahh.. saya lupa. sekarang hatinya hanya tinggal satu. karena dua lainnya telah busuk juga. busuk karena mencoba membukakan hati saya. haha.. ini penyakit menular ternyata. hai sang pangeran berkuda ceria! mudah-mudahan sisa hati yang kau miliki itu mampu membuat saya menjadi manusia pada umumnya.. man...