Langsung ke konten utama

The legend of Tarzan

Buka puasa bersama di minggu2 terakhir di Jakarta di tutup dengan santapan pizza dan nonton di GI.
Bukan mau bahas bukbernya, tapi mau ngebahas film Tarzan nya yang menurut gw lumayan buat di tonton.

Jadi, kami ber 4 memutuskan untuk menghabiskan waktu di jumat ini dengan nonton di bioskop. Karena beberapa film udah di tonton dan kebanyakan dari kami anti nonton film Indonesia (bukan apa2, karena sayang aja sih ngeluarin duit 70rb buat nonton film yang 2 bulan lagi bakalan tayang di stasiun TV swasta dan masih trauma sama adegan2 orang sekarat dengan make up tebal.. ah lupakan) akhirnya setelah liat review yang lumayan bagus di IMBD akhirnya pilihan film jatuh kepada The Legend of Tarzan.
Awalnya sempet watir sih bakalan sama aja ceritanya kaya cerita2 Tarzan pada umumnya. Tapi ternyata gw terhibur banget nonton ini. Cerita yaaaa so so lah, tapi efek, suara dan munculnya binatang2 bikin gw gak ngantuk nontonnya, padahal film di mulai lumayan malem lho.. jam 9.30 malem.

Abis nonton tuh kaya langsung kepikiran... keknya oke banget nih kalo punya suami kek Tarzan.
Kaya dari lahir, tapi tahan banting.
Walaupun idup ama babon tapi muka ama badannya ya aloh bagus beneeerr.
Pinter dan penyayang binatang.
Bisa nemuin orang yang dia sayang dan gak nyasar.
Setia, peka dan selalu romantis sama istrinya. Dan yang paling penting, doi enak banget keknya buat di ajak naek gunung, berenang di pantai atau jelajah hutan.. anak outdoor banget lah pokoknya. Idaman *lope lope*.

Mungkin filmnya bagus karna kebantu sama bioskopnya yang keren kali ya.
Seumur2 gw nonton di GI, baru kali ini masuk studio yang type SPX Atmos. Dengan layar lebih besar, cekung dan sound yang 360 derajat. Keren juga.
Harusnya kemaren pas nonton conjuring, nontonnya di sini aja biar lebih kerasa.
Over all, the legend of tarzan adalah film yang cocok buat remaja. Adegan cipok2 atau ngasurnya di sensor. Sayang banget yah.. padahal gw penasaran gimana ngasur sama Tarzan (mulai liar)

Oia, daftar film yang gw tonton satu bulan terakhir ini dan ratenya:
Conjuring 2: 7.9/10
Finding Dory: 6.3/10
Now you see me 2: 7.8/10
The Legend of Tarzan: 7.7/10



Komentar

Postingan populer dari blog ini

17 feb 2017

Ijinkan aku untuk berpuisi, sekedar membuat barisan kata kata perwakilan isi hati. Ijinkan aku sendiri, sejenak saja tanpa tatapan buruan khas-mu yang selalu berhasil memangsaku. Ijinkan aku untuk menangis terisak isaknya, bersedih sesedih sedihnya lalu aku akan tertawa kembali karna ceriamu. Ijinkan aku bercerita tentang aku dan duniaku yang mungkin membosankan bagimu. Ijinkan aku sekedar menyapa teman lamaku, atau sekedar membalas sapaannya dan membagi kebahagiaan dengan mereka. Ijinkan aku menjadi diriku sendiri, yang selalu tampak ceria namun senang menyendiri, berkata kasar namun tidak berhati dengki 17 feb 2017

aku masih abu

Sore ini turun hujan. sudah sekian lama hujan tidak turun belakangan waktu ini. hujan, berarti dengan terpaksa aku harus memesan gocar/grabcar menuju rumah dari stasiun rawabuntu. driver sore ini menyetel lagu Audy. cukup langka dalam ukuran selera, seorang laki2 dengan umur diatas 50tahun (kelihatannya) menyetel lagu2 Audy dan berdendang dalam denguman pelan, tapi tetap bisa aku dengar. sore dengan hujan adalah perpaduan sempurna dalam menciptakam macet yang berkepanjangan. dalam macet dan hujan, si bapak driver mengendarai mobilnya dengan sedikit kesal. "tskk, macet banget" gumamnya entah berguman sendiri atau menunggu respon yang sama padaku yang duduk canggung dibelakangnya sambil melihat kearah jendela samping. disela2 suara air yang jatuh di kap mobil, entah kenapa sore ini begitu terasa lambat. isi kepala bagaikan bisokop yang memutar potongan2 film usang. entah apa tujuannya semua itu. hanya membuat aku mengingat hal2 yang sebagian ingin aku lupakan dan kucoba kubur...

jangan jatuh cinta

Jatuh Cinta Berbahaya Bagi Penderita Jantung Jakarta – Jatuh cinta membuat jantung berdebar. Penelitian menunjukkan jatuh cinta bisa memberikan hal positif bagi kesehatan. Tapi bisa juga berbahaya bagi penderita jantung. Demikian diungkapkan Dr Reginald Ho, cardiac electrophysiologist dan asosiasi professor kedokteran Thomas Jefferson University Hospital di Philadelphia, Pennsylvania. Ho, melakukan penelitian tentang kerja hati dan otak saat jatuh cinta. “Kondisi tubuh agak mirip dengan detak jantung yang cepat saat berjalan di treadmill,” papar Ho, baru-baru ini. Cara kerjanya, otak mengirimkan sinyal ke kelenjar adrenal, yang mengeluarkan hormon seperti adrenalin, epinefrin dan norepinefrin. Kemudian mengalir melalui darah dan menyebabkan jantung berdebar lebih cepat dan lebih kuat. Ini agak mirip dengan detak jantung yang cepat saat berjalan di treadmill. Untuk orang dengan masalah jantung yang serius, cinta benar-benar bisa berbahaya, kata Ho. Itu karena saat detak meningkat, jantu...