Langsung ke konten utama

Batas

Aku tidak pernah peduli,
Meski aku telah jatuh berkali kali.

Kupasang doa setiap waktu kepada Tuhan ku, memohon agar rinduku juga sampai kepadamu.

Aku pernah jatuh sejatuh jatuhnya, ku abaikan demi rindu ini yang berkali kali mencoba membunuhku.

Dimana kamu sekarang?
Seenaknya pergi setelah membuat hati yang kemarin di tumbuhi bunga bunga indah lalu kau bakar hangus begitu saja?

Apakah aku harus menjadi mati agar kamu peduli?

Kemana kamu saat ini? Seperti angin yang melupakan tahan kering yang dilewatinya kemarin.

Dimana kamu saat ini? Seperti awan yang tidak pernah nampak sama dari sedetik sebelumnya.

Kamu anggap apa aku yang setiap pagi dan malam selalu menahan rindu yang saat ini nyaris membunuhku?

Apakah aku harus merasakan berjuang sendirian lagi, padahal kemarin kamu begitu mahir untuk mengobati luka.

Kini kamu buatkan luka baru diatas luka yang kamu obati dulu.

Apakah kamu meragu? Ah.. mungkin kamu tidak pernah peduli. Sekuat apapun aku berlari mengejar kamu, pada akhirnya kamu sematkan duri duri agar perihku berlari, langkahku terhenti.

Kamu, mungkin harus aku sudahi rindu setengah mati yang kunikmati sendiri ini.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

saya bersyukur, saya ada :)

sebenernya judul ini pelesetan dari cogito ergo sum "saya berfikir, maka saya ada" suatu quote yang masih gw ingat dari filsuf ternama, Descartes . kali ini gw mau berfilsafat, ala Reni Anggraeni. ala Rhendmithy. *ketawa ngikik* kemarin tepatnya, saat naik angkot atau kreta (*lupa) gw kerasukan roh kayaknya. kali ini roh yang merasuki gw sejeni roh yang baik hati dan tidak sombong serta rajin mengaji dan berbakti kepada masyarakat sekitarnya gw rasa. tiba-tiba gw kepikiran akan rasa "Syukur".. ya! rasa syukur. gw.. (*ehem) termasuk orang yang (*ehem) kurang bersyukur sepertinya (*jujur bok!) makanya rada-rada aneh binti syok pas kemaren kepikiran hal itu, ya.. gw sebut ini sebagai "kerasukan" karna ini bukan gw banget. its really not a real me! kemarin gw kepikiran.. begitu beruntungnya gw.. gw masih bisa berjalan dengan kaki yang utuh dan seksi.. gw masih bisa bernafas dengan hidung gw yang mancung sempurna.. gw masih bisa melihat dengan mat

kangen

setiap raga ini lelah menghadapi ruang dan waktu seharusnya raga ini hancur berkeping seharusnya raga ini lebur seharusnya raga ini mati tapi selalu ada perisai yang setia melindungi dari sengatan sang tekanan perisai yang amat kuat perisai yang selalu ada tanpa saya menyuruhnya untuk berdiri tegap melindungi raga perisai yang juga dapat membuat hari bergembira perisai yang saya sayangi perisai yang lebih dari sekedar perisai perisai yang juga bagian kekuatan hidup saya.. teman-teman filsafat yang ku sayangi.. terimakasih atas perlindungan kaian terhadap raga saya yang rapuh ini mungkin tampa kalian raga ini akan mudah lapuk kalian sumber kekuatan terbesar saya untuk menantang sang tekanan kalian adalah bagian yang selalu saya rindukan.. selalu ada kata kangen jika ingat kalian.. dan sekarang kata itupun kembali hadir selalu hadir.. kangen kalian, filsafat 2007..

17 feb 2017

Ijinkan aku untuk berpuisi, sekedar membuat barisan kata kata perwakilan isi hati. Ijinkan aku sendiri, sejenak saja tanpa tatapan buruan khas-mu yang selalu berhasil memangsaku. Ijinkan aku untuk menangis terisak isaknya, bersedih sesedih sedihnya lalu aku akan tertawa kembali karna ceriamu. Ijinkan aku bercerita tentang aku dan duniaku yang mungkin membosankan bagimu. Ijinkan aku sekedar menyapa teman lamaku, atau sekedar membalas sapaannya dan membagi kebahagiaan dengan mereka. Ijinkan aku menjadi diriku sendiri, yang selalu tampak ceria namun senang menyendiri, berkata kasar namun tidak berhati dengki 17 feb 2017