Langsung ke konten utama

Postingan

Bogor, 3 Nop 2018

Hari ini ade gw pulang dari rumah sakit. Habis oprasi tumor payudara. Beruntung masih kecil dan aktif tumornya, jadi hisa langsung di angkat. Semoga gak balik2 lagi tumornya. Bukan Bogor namanya kalo gak ujan. Kayaknya semenjak 2 tahun terakhir gw gak suka sama kota ini. Sumpek, kotor, sempit, macet dan sesak dengan kenangan yang bikin nyes di ulu hati. Gak anak banget rasanya. Di tambah hukan, hal lain yang gw benci di dunia. Komplit Bogor dan hujan, jadi paket yang gw hindari. Gw mau jadi orang Serpong aja, atau mungkin pindah dan menetap di luar ikut Mommy Coni. Kalo kata gw yang dulu: untuk melupakan, kita harus mengingat yang lain. Tapi kenangan di Bogor ini rasanya sulit untuk di lupakan, jadi baiknya gw hindari aja. Kota dimana gw kehilangan dan jatuh sejatuh2nya, menemukan kemudian meninggalkan, segala dingin dan kesepiannya yang sangat gw benci. Bogor.

Tremendous

Sebulan lagi, Inshaallah aku akan menjadi ibu. Ya Allah seneng banget rasanya. Jadi inget, di awal2 pernikahan, kalo gw telat dateng bulan pasti ngetes, berharap hamil. Tapi selalu 1 strip. Ada kali nyobain lebih dari 4 tespek ampe gw nyetok tespek buat coba tiap bulannya. Tapi eh tapi pas di bulan maret, pas ngetes eh alhamdulillaaahh strip 2 dan besoknya langsung periksa ke Budi Kemuliaan buat make sure lagi kalo beneran hamil dan gak terjadi apa2 janin gw ini. Sampe akhirnya memasuki trimester pertama, yang penuh dengan drama. Gak bisa makan atau minum sama sekali. Dari berat badan 45kg turun jadi 40kg. Saking susah makan, Gw ama misua ampe nangis nyuapin makanan. Setiap makan muntah, minum muntah. Sedih banget. Trus periksa ke dokter tapi alhamdulillaaahh janinnya sehat, dia makan nutrisi dari tubuh gw malanya gw kurus banget ampe turun 5 kg. Trus di kasi obat anti mual. Gila mahal banget. 10 kapsul harganya 400rb *hikz* trus ampe sekarang masih ada tuh 8 biji lagi. Gak gw minum ...

Kabar bahagia

Tuhan Maha Baik dan Maha Pendengar. Doaku di setiap sujudku, selalu berakhir pada bahagiakanlah mereka. Dan pagi ini, aku mendapati kabar yang membahagiakan. Pertama dari seseorang yang akan selalu aku doakan sampai.. entah sampai kapan, dia sudah mendapatkan seseorang yang semoga dapat membahagiakannya di hari ulang tahunnya ini dan semoga sampai selamanya. Kedua, dari seseorang masa lalu yang dulu sempat membuatku bahagia yang juga akan berulang tahun dalam beberapa hari lagi, kudapati dari info seorang teman bahwa dia sudah menikah! Wow! Akhirnya impiannya untuk menikahi seseorang yang berbeda keyakinan terwujud juga! Ini kupastikan adalah rasa bahagia untuk mereka. Terlebih untuk dia yang selalu tak luput aku berdoa, semoga dia bahagia apapun yang terjadi. Dan ya!, masing2 kehidupan punya ceritanya sendiri. Semua sudah tidak ada aku lagi. Untuk mereka, Selamat berulang tahun dan berbahagia dengan yang baru! Dan untuk satunya, selamat menikah! Semoga kalian berbahagia!

Menjadi manusia

Aku hanya ingin berteriak jika memang kesakitan, sekedar mengeluh jika lelah dan bosan Ingin menari jika bahagia dan tertawa terbahak2 pada hal yang lucu. Aku ingin melompat kegirangan mengikuti alunan musik Stars and Rabbit, menyetel lagu dengan volume maksimal musik Efek Rumah Kaca sembari berdandan menuju kantor. Aku ingin bercerita dan sedikit membicarakan ulah teman sekantoku yang menyebalkan Aku ingin sekali menjadi manusia ketika bersamamu. Tak pernah aku sediam ini, tak pernah aku sebosan ini. Aku ingin merencanakan liburan bersama atau jika kamu tak mau, aku ingin pergi jauh sendiri Aku ingin menangis histeris, marah dan kadang mengumpat atau berkata kasar. Aku ingin menjadi manusia. Bukan orang suci, bukan pula budak sahaya. Aku rindu aku yang bisa mengobrol sampai tengah malam membicarakan hal remeh temeh tapi begitu menyenangkan dengan seseorang. Aku rindu aku yang bisa bernyanyi keras2 di konser musik kesukaan bersama seseorang. Aku rindu ketika aku menjadi manusia...

Dear you

Dear you , Apa kabar? Semoga kamu sehat dan bahagia di sana ya. Aku juga bahagia, tapi sedikit flu dan batuk namun tetap ceria kok seperti yang kamu kenal dari dulu. Oia, mungkin ini adalah post terakhirku tentang kamu. Seperti yang kamu ketahui, aku akan menikahi orang yang mencintaiku dan menerimaku seada adanya diriku. Dan aku tau, tak baik jika aku memikirkan orang lain selain dia. Jujur, aku masih belum percaya akan menikah secepat ini, tapi aku yakin, yakin bisa hidup bersama dengannya sampai tua dan mati nanti. Dulu aku ragu apakah ada orang yang dapat mencintaiku seperti kamu mencintaiku. Awalnya sempat putus asa, karna rasanya sulit menemukan yang setara atau setidaknya mendekati dirimu. Tapi begitu tidak adilnya membanding-bandingkan orang lain. terlebih kamu dan dia adalah 2 orang yang berbeda jauh dengan segala latar belakang yang ada. Begitu jahat jika aku terus menuntut orang lain seperti apa yang aku mau. Aku masih ingat saat dulu kamu begitu pantang menyerah m...