Langsung ke konten utama

Menemukan-mu

Entah begitu cepat atau tergesa-gesa.
Rasanya pikiran satu minggu terakhir ini selalu jatuh pada kamu.
Sekuat apapun keinginan saya akan kamu, sudah dipastikan saya tidak akan mampu berbuat apa-apa selain melihat kamu dari layar handphone. Melihat celotehan kritis kamu tentang hukum dan sosial.
Kok kamu jadi sekeren ini sih sekarang?
Padahal dulu sepertinya tidak begitu. Mungkin karna kita tidak pernah berbincang langsung satu sama lain.
Kalo saya baca artikel2 kamu di tumbler dan notes2 facebook, saya seperti membaca tulisan teman2 filsafat saya. Kritis, radikal dan sedikit satir. Tapi jujur, karena itu mungkin saya menjadi suka. Iya.. saya suka atau mungkin kagum.
Ah.. mungkin sangat menyenangkan berbincang dengan kamu. Entah bisa atau tidak. Sekedar berbincang tentang isi kepala mengenai gagasan2 dangkal. Atau mungkin tidak. Baiknya saya tidak begitu berharap akan hal itu.
Dunia memang begini adanya.
Jangan begitu naif mengejar bahagia. Ada kalanya terjungkal jatuh, patah, menangis berliter2 banyaknya dan kecewa. Itulah definisikan sebagai rasa yang di miliki manusia. Dan kini kamu menghadirkan rasa baru. Rasa ingin selalu mengetahui apa yang sedang kamu pikirkan tanpa harap saya menjadi bagian dari itu.
Saya telah menemukan kamu. Kamu kapan bisa menemukan saya?




Komentar

Postingan populer dari blog ini

radio untuk bapak

walau saya tidak punya banyak kenangan indah tentang kita entah kenapa, saya anggap itu tidak begitu penting.. yang penting sekarang adalah bagaimana saya membuat kesan yang indah antara kita untuk saat ini maap, saya tidak punya begitu ganyak waktu untuk kita bersama.. rasanya, untuk berpelukan saja saya belum siap, masih merasa enggan.. tapi saya yakin, akan ada waktu untuk kita merasa sangat dekat.. saya tau, kesepian anda.. saya tau, bagaimana menderitanya anda.. hanya sebatas tau, belum merasakan.. ingin sekali saya warnai hari-hari anda.. memberi suara-suara pengusir sepi mungkin hanya sebuah radio.. tapi semoga bisa menemani hari dan mengusir sepi.. hanya sebatas itu untuk sekarang..

17 feb 2017

Ijinkan aku untuk berpuisi, sekedar membuat barisan kata kata perwakilan isi hati. Ijinkan aku sendiri, sejenak saja tanpa tatapan buruan khas-mu yang selalu berhasil memangsaku. Ijinkan aku untuk menangis terisak isaknya, bersedih sesedih sedihnya lalu aku akan tertawa kembali karna ceriamu. Ijinkan aku bercerita tentang aku dan duniaku yang mungkin membosankan bagimu. Ijinkan aku sekedar menyapa teman lamaku, atau sekedar membalas sapaannya dan membagi kebahagiaan dengan mereka. Ijinkan aku menjadi diriku sendiri, yang selalu tampak ceria namun senang menyendiri, berkata kasar namun tidak berhati dengki 17 feb 2017

aku masih abu

Sore ini turun hujan. sudah sekian lama hujan tidak turun belakangan waktu ini. hujan, berarti dengan terpaksa aku harus memesan gocar/grabcar menuju rumah dari stasiun rawabuntu. driver sore ini menyetel lagu Audy. cukup langka dalam ukuran selera, seorang laki2 dengan umur diatas 50tahun (kelihatannya) menyetel lagu2 Audy dan berdendang dalam denguman pelan, tapi tetap bisa aku dengar. sore dengan hujan adalah perpaduan sempurna dalam menciptakam macet yang berkepanjangan. dalam macet dan hujan, si bapak driver mengendarai mobilnya dengan sedikit kesal. "tskk, macet banget" gumamnya entah berguman sendiri atau menunggu respon yang sama padaku yang duduk canggung dibelakangnya sambil melihat kearah jendela samping. disela2 suara air yang jatuh di kap mobil, entah kenapa sore ini begitu terasa lambat. isi kepala bagaikan bisokop yang memutar potongan2 film usang. entah apa tujuannya semua itu. hanya membuat aku mengingat hal2 yang sebagian ingin aku lupakan dan kucoba kubur...