Langsung ke konten utama

Perahu Kertas

hari ini sebenernya banyak kerjaan.. saking banyaknya jadi bingung mau mulai dari mana. jadi gw memilih untuk tidak memulai yang dari sisi apapun. *hohooohohohohohoho

lagi pengen bawel nih.. ngetwit mulu bawaannya, tapi karna takutnya ganggu timeline orang yang berimbas twitter gw di mute, di unfollow atau bahkan di block (lagi) sama orang2.

*berpikir mau nulis apaan*

hmm.. gmana kalo gw ngomongin film teranyar yang gw tonton?
Perahu Kertas..

yup! kemaren gw nonton perahu kertas, yang sebelumnya gw sempet ragu buat nonton film ini tapi atas rekomendasi dari temen gw yang cantik2 ini ( iqit dan fitri) akhirnya gw memutuskan untuk nonton ini film.

kalo dari akting pemainnya, hmm.. gak di ragukan lagi..  film hasil  besutan sutradara handal seperti Hanung Bramastyo ini sukses memilih artis yang cukup menjiwai  peran masing-masing;

.Kugy
di perankan oleh Maudy Ayunda, gak tau kenapa gw liatnya masih kaya bocah, aga canggung buat meranin sosok anak kuliahan, tapi aktingnya lumayan bagus jadi ketutupan deh kekecewaan gw :p

.Keenan
di perankan oleh Adipati Dolken. ini sumpah yaaaaaa bagus banget muka sama Bodynya!!! gw jatuh cinta sama sosok Keenan ini. aktingnya bagus, tatapan matanya juga bagus. ada perbedaan tatapan antara menatap Kugy dengan yang lain. ini yang membuat orang mengetahui bahwa itu tatapan cinta *ihiyyy

.Remi
di perankan oleh Reza Rahardian. sosok yang spontan, mapan, ganteng!!, kurang peka dan orang yang sangat percaya diri. aktingnya bagus seperti biasanyaaaa... oh reza...

.Luhde
di perankan oleh Elyzia Mulachela, ummm.. gw gak terlalu suka sama perannya. type cewe baik-baik pada umumnya. biasa. dan mudah sekali di tebak. gw gak suka sama cara ngomongnya.*subjektif banget booookkkkkk. hahahhahahahhaha

*


filmnya simple.. gak ada musuhnya, gak kaya sinetron Indonesia yang harus wajib kudu musti ada musuhnya upaya nyiptain konflik di cerita tersebut.
film Perahu Kertas ini....... simple, tapi gak biasa.
gw gak akan membahas sinopsisya, karna itu udah buanyak banget di internet, tinggal searching aja, cing!
film adaptasi novel yang sama dengan judul filmnya yaitu Perahu Kertas karya Dee ini seakan-akan membawa gw pada kisah masa lalu.
sebenernya gak mirip2 banget sih sama kisah masa lalu gw, tapi lebih kena di bagian "kejujuran, kata hati, takdir, pilihan dan rasa" yang gw alami saat itu sampai sekarang..

dimana, ketika seseorang yang sedang berkomitmen, tetapi ternyata secara dengan tiba2 terjerat rasa luar biasa dari yang lain. dan tak pernah ada kata terucap tentang hal ini

dimana, ketika perasaan yang ingin keluar tapi tersumbat seolah tidak adanya pintu untuk keluar, mengharuskan untuk meniadakan, mengelabui keinginan hati dan mencoba melupakan rasa.

dimana, hanya mengandalkan takdir untuk menjawab atas pertanyaan yang tidak pernah terlontarkan, pertanyaan yang tabu : "bolehkah?"

dimana, si Keenan itu guanteng banget! *lho??

film ini di bagi menjadi 2 part. kemaren itu part 1-nya dan part 2-nya akan di tayangin oktober nanti.
secara gw belum pernah baca novelnya, jadi ya gw tulis sesuai dengan apa yang gw tonton kemaren..
kalo ternyata, rasa yang telah hadir tiba-tiba yang lebih kuat dari rasa masa lalu dan kekinian itu akhirnya bisa di pertemukan? yaaa siapa tau?!





Komentar

Postingan populer dari blog ini

radio untuk bapak

walau saya tidak punya banyak kenangan indah tentang kita entah kenapa, saya anggap itu tidak begitu penting.. yang penting sekarang adalah bagaimana saya membuat kesan yang indah antara kita untuk saat ini maap, saya tidak punya begitu ganyak waktu untuk kita bersama.. rasanya, untuk berpelukan saja saya belum siap, masih merasa enggan.. tapi saya yakin, akan ada waktu untuk kita merasa sangat dekat.. saya tau, kesepian anda.. saya tau, bagaimana menderitanya anda.. hanya sebatas tau, belum merasakan.. ingin sekali saya warnai hari-hari anda.. memberi suara-suara pengusir sepi mungkin hanya sebuah radio.. tapi semoga bisa menemani hari dan mengusir sepi.. hanya sebatas itu untuk sekarang..

17 feb 2017

Ijinkan aku untuk berpuisi, sekedar membuat barisan kata kata perwakilan isi hati. Ijinkan aku sendiri, sejenak saja tanpa tatapan buruan khas-mu yang selalu berhasil memangsaku. Ijinkan aku untuk menangis terisak isaknya, bersedih sesedih sedihnya lalu aku akan tertawa kembali karna ceriamu. Ijinkan aku bercerita tentang aku dan duniaku yang mungkin membosankan bagimu. Ijinkan aku sekedar menyapa teman lamaku, atau sekedar membalas sapaannya dan membagi kebahagiaan dengan mereka. Ijinkan aku menjadi diriku sendiri, yang selalu tampak ceria namun senang menyendiri, berkata kasar namun tidak berhati dengki 17 feb 2017

aku masih abu

Sore ini turun hujan. sudah sekian lama hujan tidak turun belakangan waktu ini. hujan, berarti dengan terpaksa aku harus memesan gocar/grabcar menuju rumah dari stasiun rawabuntu. driver sore ini menyetel lagu Audy. cukup langka dalam ukuran selera, seorang laki2 dengan umur diatas 50tahun (kelihatannya) menyetel lagu2 Audy dan berdendang dalam denguman pelan, tapi tetap bisa aku dengar. sore dengan hujan adalah perpaduan sempurna dalam menciptakam macet yang berkepanjangan. dalam macet dan hujan, si bapak driver mengendarai mobilnya dengan sedikit kesal. "tskk, macet banget" gumamnya entah berguman sendiri atau menunggu respon yang sama padaku yang duduk canggung dibelakangnya sambil melihat kearah jendela samping. disela2 suara air yang jatuh di kap mobil, entah kenapa sore ini begitu terasa lambat. isi kepala bagaikan bisokop yang memutar potongan2 film usang. entah apa tujuannya semua itu. hanya membuat aku mengingat hal2 yang sebagian ingin aku lupakan dan kucoba kubur...