Langsung ke konten utama

malam minggu ini, aku sendiri

teringat jaman dulu..
ketika kamu bilang i lop yu
kamu masih ingat ketika kita berdua melintas malam yang bertabur bintang?
jajaran pohon di jalan juanda juga masih sangat terasa
dingin dan bisingnya suara jalan saat itu yang sangat ku suka
dam kita berpegangan tangan..
ah, itu amat sangat ku rindukan
berbincang ria sambil tertawa
merasakan hangatnya pundak mu yang menopangku waktu itu..
sayang.. itu indah
dan aku suka..
sekarang bicara lain
ketika aku haus saat-saat seperti itu
kamu, dengan begitu banyak alasan bilang tak mau
aku di sini kangen kamu..
kamu di sana kangen aku?
ku harap iya..
ayo bilang sekarang..
aku eja ya..
a k u k a n g e n k a m u
iya.. itu ajah cukup.
itu obat untuk saat ini
padahal sekarang malam minggu
harusnya, sekarang kita sedang berduaan
sedang berbincang sambil menikmati eskrim
tapi malam minggu ini, aku sendiri
kamu bilang aku marah?
bukan marah, hanya sedih..
tapi sekarang sedihnya hilang
berharap bertemu kamu..
yah, tapi harus nunggu seminggu
ahh, andah kamu tau
seminggu tidak bertemu bagai sewindu







notes: stres.. malem minggu sendiri. uedaaannnnnn,malah maen WE dah ampe malem

Komentar

Postingan populer dari blog ini

radio untuk bapak

walau saya tidak punya banyak kenangan indah tentang kita entah kenapa, saya anggap itu tidak begitu penting.. yang penting sekarang adalah bagaimana saya membuat kesan yang indah antara kita untuk saat ini maap, saya tidak punya begitu ganyak waktu untuk kita bersama.. rasanya, untuk berpelukan saja saya belum siap, masih merasa enggan.. tapi saya yakin, akan ada waktu untuk kita merasa sangat dekat.. saya tau, kesepian anda.. saya tau, bagaimana menderitanya anda.. hanya sebatas tau, belum merasakan.. ingin sekali saya warnai hari-hari anda.. memberi suara-suara pengusir sepi mungkin hanya sebuah radio.. tapi semoga bisa menemani hari dan mengusir sepi.. hanya sebatas itu untuk sekarang..

17 feb 2017

Ijinkan aku untuk berpuisi, sekedar membuat barisan kata kata perwakilan isi hati. Ijinkan aku sendiri, sejenak saja tanpa tatapan buruan khas-mu yang selalu berhasil memangsaku. Ijinkan aku untuk menangis terisak isaknya, bersedih sesedih sedihnya lalu aku akan tertawa kembali karna ceriamu. Ijinkan aku bercerita tentang aku dan duniaku yang mungkin membosankan bagimu. Ijinkan aku sekedar menyapa teman lamaku, atau sekedar membalas sapaannya dan membagi kebahagiaan dengan mereka. Ijinkan aku menjadi diriku sendiri, yang selalu tampak ceria namun senang menyendiri, berkata kasar namun tidak berhati dengki 17 feb 2017

aku masih abu

Sore ini turun hujan. sudah sekian lama hujan tidak turun belakangan waktu ini. hujan, berarti dengan terpaksa aku harus memesan gocar/grabcar menuju rumah dari stasiun rawabuntu. driver sore ini menyetel lagu Audy. cukup langka dalam ukuran selera, seorang laki2 dengan umur diatas 50tahun (kelihatannya) menyetel lagu2 Audy dan berdendang dalam denguman pelan, tapi tetap bisa aku dengar. sore dengan hujan adalah perpaduan sempurna dalam menciptakam macet yang berkepanjangan. dalam macet dan hujan, si bapak driver mengendarai mobilnya dengan sedikit kesal. "tskk, macet banget" gumamnya entah berguman sendiri atau menunggu respon yang sama padaku yang duduk canggung dibelakangnya sambil melihat kearah jendela samping. disela2 suara air yang jatuh di kap mobil, entah kenapa sore ini begitu terasa lambat. isi kepala bagaikan bisokop yang memutar potongan2 film usang. entah apa tujuannya semua itu. hanya membuat aku mengingat hal2 yang sebagian ingin aku lupakan dan kucoba kubur...